Minggu, 13 Februari 2011

DETOKSIFIKASI USUS_COLON CLEANSING



copyright TOXOUT.blogspot.com       
Blog Komunitas Menuju Gaya Hidup Organik



Colon Hydrotherapy (Enema)
24 Nopember 2008 16:51
Salah satu metode terapi cuci usus yang sangat populer adalah “Colon hydrotherapy” yakni metode pembersihan usus besar dengan menggunakan air untuk mengeluarkan kotoran/ sisa-sisa makanan. Metode cuci usus ini juga dikenal dengan istilah "Enema", dan telah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Metode ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan usus dan sering digunakan untuk menunjang pengobatan terhadap penderita gangguan saluran pencernaan dan pasien kanker.

Usus besar atau colon merupakan salah satu organ pencernaan tubuh kita yang penting. Colon sebagai bagian akhir dari saluran pencernaan, ia berfungsi sebagai tempat mengumpulkan sisa makanan yang kemudian akan dibuang lewat anus/dubur. Di dalam colon, air dan mineral yang masih ada pada sisa makanan akan diserap kembali , kemudian sisa makanan akan dimampatkan untuk membentuk massa feses/kotoran. Colon juga merupakan tempat pertumbuhan sejumlah bakteri, bakteri-bakteri tersebut berperan dalam proses pembusukan makanan dan pembentukan beberapa jenis vitamin, misal vitamin B dan K, yang kemudian akan diserap tubuh.

Bila fungsi usus ini terganggu, misalnya bila ada sumbatan ataupun perlambatan transit massa makanan maka dapat terjadi penumpukan racun, yang akhirnya malah dapat terserap masuk ke peredaran darah dan menimbulkan keracunan bagi tubuh.

Beberapa penyakit yang dapat timbul akibat usus yang kotor adalah :
• Gangguan pencernaan ( misal kembung, mual, konstipasi, diare )
• Meningkatnya resiko tumor/ kanker usus besar, hati, pancreas
• Penyakit kulit seperti : bisulan, jerawatan, borokan, eksim, gatal-gatal pada kulit
• Gangguan Irama Jantung• Macam-macam Sakit Kepala
• Gangguan Emosi seperti : Cepat Tersinggung, Pemarah, Letih Lesu, Gairah Menurun, Depresi
• Gangguan kandung Kemih
• Gangguan fungsi ginjal


Di sinilah peran pentingnya menjaga usus kita tetap bersih salah satunya adalah dengan terapi cuci usus/ colon cleansing. Pada metode Colon Hydrotherapy, therapist akan memasukan alat berbentuk spekulum atau tabung kecil ke dalam anus sampai ke rektum antara 1 – 3 inchi. Suhu air disesuaikan dengan suhu tubuh dan tekanan dapat diatur. Air yang digunakan adalah air yang telah difilter sehingga bebas bahan kimia beracun dan disterilisasi dengan ultra violet. Air tersebut kemudian akan dialirkan melalui rektum ke dalam usus besar dengan tujuan membersihkan colon dengan cara menghancurkan dan melarutkan feses/kotoran untuk memudahkan pengeluarannya, usus besar dengan bantuan manipulasi pemijatan dari perut selama proses untuk meningkatkan pengeluaran feses secara maksimum. Proses pengisian dan pengosongan air diulang 4 kali selama sekitar 1 jam terapi. Selain dengan menggunakan media air, sebagian therapist juga sering menggunakan cairan kopi sebagai media.

Manfaat lain dari terapi cuci usus ini selain untuk pembersihan adalah juga dapat meningkatkan tonus otot dari usus besar sehingga meningkatkan peristaltik dan penyerapan dari zat-zat makanan serta air. Efek pembersihan dari terapi cuci usus dapat mengurangi stagnasi dan pembentukan bakteri jahat dalam colon akibat proses pembusukan dan membantu membuat keseimbangan flora di dalam usus sehingga mengoptimalkan kesehatan.

Terapi cuci usus ini tidak boleh dilakukan, antara lain :

    * pasien dengan hipertensi yang tidak terkontrol atau penyakit jantung, ,
    * penderita kanker usus, kebocoran saluran pencernaan,
    * penderita gagal ginjal dan liver kronis
    * wanita yang sedang hamil

Namun, pro dan kontra masih mengiringi metode pengobatan ini. Seiring dengan perkembangan jaman, metode colon hydrotherapy ini sudah relatif aman karena sudah menggunakan peralatan yang canggih, steril dan tanpa bahan kimia. Prosedurnya pun mudah dan tidak menyakitkan. Pasien cukup berbaring, dan alat colon hydrotherapy akan bekerja sendiri membersihkan seluruh usus besar sekitar satu jam. Yang penting pelaksanaannya dilakukan oleh dokter (operator) yang sudah terlatih dan mengunakan peralatan yang sudah disetujui oleh FDA.
Namun sebagian kalangan medis menganggap walaupun dilakukan dengan segala peralatan yang canggih dan steril dan diawasi oleh therapist yang sangat berpengalaman, metode cuci usus dengan memasukkan cairan ke dalam usus ini tetaplah berbahaya bagi tubuh. Perubahan tekanan cairan dapat mengakibatkan gerakan alami peristaltik usus dan mengganggu keseimbangan koloni mikroba dalam usus.

Kalangan yang tidak menyetujui metode tersebut cendrung merekomendasikan penggunaan herbal-herbal alami yang kaya dengan serat untuk membantu usus mengeluarkan plak usus (kotoran yang telah mampat selama bertahun-tahun) secara alami. Salah satu produk untuk tujuan tersebut yang sangat populer belakangan ini adalah Melilea Green Field Organic(GFO)

Kontroversi akan terus berlanjut, masing-masing pihak bersikukuh dengan pandangan medis masing-masing. Disisi lain, kepentingan komersial selalu menyelubungi argumen ilmiah. Kita sepakat usus perlu dicuci secara rutin. Pertanyaannya adalah : dengan metode apa ? Colon Hydrotherapy atau dengan Melilea GFO ? Selidiki lebih lanjut sebelum Anda membuat keputusan !


Sumber :

    * http://en.wikipedia.org/wiki/Colonic_irrigation
    * http://abuaqila-interactive.blogspot.com/2007/09/pembersihan-usus-colon-cleansing.html•
    * http://cybermed.cbn.net.id/cbprtl/Cybermed/pda/detail.aspx?x=Health+Woman&y=Cybermed%7C0%7C0%7C14%7C577

METODA CUCI USUS YANG EFFEKTIF DAN AMAN
24 Nopember 2008 15:59

DETOKS YANG EFEKTIF :
Program detoks tak bisa dilakukan sembarangan. Di antara sekian jenis program detoks, detoks dengan MELILEA GREENFIELD ORGANIC ditambah jus buah (fruit juice) adalah yang paling aman dan nyaman. Namun sebelum melakukannya, pahami dulu aturannya. Apa yang harus dilakukan menjelang detoks? Berapa lama waktu optimum menjalankan detoks? Reaksi apa yang mungkin timbul selama detoks?USUS BESAR yang tidak sehat dan tidak lancar adalah sumber datangnya berbagai penyakit. Sebagai saluran pembuangan yang menjadi tempat bertumpuknya ampas-ampas, usus besar adalah organ pertama yang harus dibersihkan, sebelum tubuh melakukan proses detoks yang akan dilakukan oleh hati/liver.Usus besar memang tempat lewatnya ampas dan kotoran, sehingga memang tidak dapat dikatakan sebagai tempat yang bersih. Yang dimaksudkan harus bersih dalam hal ini adalah lancar. Aliran dalam saluran pembuangan harus lancar agar tidak terjadi penyumbatan, yang di kemudian hari dapat menyebabkan kondisi keracunan dari dalam tubuh (otointoksikasi) dan gangguan metabolisme.
PUASA adalah DETOKS YANG PALING EFEKTIFAda banyak cara detoks. Tetapi di antara semua alternatif detoks yang ada, PUASA merupakan metode yang paling tua dalam sejarah, paling aman, dan paling efektif.Metode yang paling direkomendasikan para ahli kesehatan alami maupun klinik-klinik puasa di negara-negara Barat adalah puasa hanya minum air suling (disebut water fasting) atau puasa hanya dengan minum jus buah atau jus sayuran saja (juice fasting).Juice fasting dengan buah-buahan yang ditambah dengan Greenfield Organic (GFO) adalah pilihan detoks yang paling aman dan nyaman. Kandungan gizi yang berlimpah dalam buah segar dan gizi yang seimbang dari Greenfield Organic (GFO = makanan lengkap yang paling menyerupai Susu Ibu masa Kini) , termasuk enzim-enzim dan energinya, dapat menurunkan intensitas pembersihan pada tingkat yang lebih nyaman.Puasa dengan hanya konsumsi GFO ditambah makan buah segar dan minum air putih 3 liter sehari prosesnya akan lebih intensif karena akan membakar lebih banyak kalori.
PRINSIP-PRINSIP DETOKS
· Tinggalkan alat penimbang berat badanDetoks bukan program penurunan berat badan. Penurunan berat badan hanyalah efek sampingan detoks. Fokus detoks adalah kesehatan Anda. Artinya, metabolisme harus baik atau lancar. Detoks memperbaiki metabolisme tubuh. Jika tubuh sehat tidak akan ada kelebihan berat badan. Ingat, kelebihan berat badan bukan semata-mata karena lemak, tetapi toksin/racun! Berhasil tidaknya detoks mudah terlihat dari penampilan dan tekstur kulit yang menjadi tampak muda dan segar, juga ukuran lingkar tubuh yang mengecil tanpa kesan kurus kering.
· Tinggalkan hitungan kaloriProgram detoks ini tidak perlu membuang Anda pusing dengan urusan hitung-hitungan kalori, karena Anda hanya akan mengkonsumsi GFO ditambah jus buah serta air putih minamal 3 liter sehari. Buah adalah makanan rendah kalori tetapi kaya energi. Dalam ilmu kesehatan modern, kalori juga dipahami sebagai energi. Tetapi dari paham kesehatan alami, energi adalah tenaga atau power atau aura yang terdapat pada makanan. Seperti aura pada manusia, aura pada tumbuh-tumbuhan juga dapat dilihat dari kamera khusus. Sebaliknya, kalori lebih tepat didefinisikan sebagai panas atau energi yang dibutuhkan untuk pembakaran. Buah disebut makanan rendah kalori karena hampir tidak memerlukan energi tubuh untuk pembakarannya, sehingga tubuh bisa lebih banyak menghemat energi. Energi ini yang sebenarnya berperan dalam proses penyembuhan dan peremajaan pada sel-sel tubuh.
GFO (Greenfield Organic) dari MELILEA berguna :
Untuk membantu dalam Terapi Berpuasa
Membersihkan toksin di seluruh tubuh
Mengaktifkan sel-sel
Menyediakan Nutrisi yang seimbang
Menyeimbangkan Sistem Endokrin
Meningkatkan Metabolisme
Memanjangkan Umur
Melangsingkan Badan
Mencegah berbagai penyakit Modern
Menguatkan sistem Imun
Meningkatkan Fungsi Fisiologi


Tags: komunitas organik
Prev: GAYA HIDUP ORGANIKNext: GREENFIELD ORGANIC dari MELILEA


Source : http://toyadi.multiply.com/journal/item/6



Terapi Cuci Usus? Sebaiknya Anda Tahu !
24 Nopember 2008 15:56
Seorang wanita berusia 44 tahun, sebut saja Elisabeth, merasa kelebihan berat badan. Tinggi tubuhnya tak lebih dari 153 cm, tetapi bobotnya mencapai 64 kg. Tak mengherankan itu terjadi karena nafsu makan ibu tiga anak ini sulit dikendalikan. Meski merasa tidak percaya diri dengan kondisi itu, bila melihat bakso, pangsit, dan jajanan lain, ia tetap saja tergiur. Ketika mengetahui tentang teknik cuci usus yang ditawarkan sebuah klinik, ia langsung tertarik. Dokter mengatakan, colon hydrotherapy ini bisa membantu mengatasi masalahnya. Liz disarankan melakukan terapi itu dua kali seminggu, sebanyak enam kali. Usai pembersihan pertama, perutnya sudah terasa nyaman. Anehnya lagi, nafsu makannya tidak menggebu-gebu seperti dulu. Setelah dua kali pembersihan, berat badannya mulai turun sebanyak 4 kilogram. Selain terapi cuci usus dengan air ini, ia juga mengatur pola makan. Konsumsi sayur dan buah diperbanyak, sementara lemak dihindari. Hasilnya, badan Liz kembali langsing dan penampilannya pun jadi tampak lebih muda, seperti saat remaja. Wah, bahagianya! Istilah colon hydrotherapy makin akrab di telinga kita akhir-akhir ini. Penggunaan teknik cuci usus ini tampaknya tambah marak. Di zaman penjajahan Belanda, menurut Prof. DR. Dr. Walujo Soerjodibroto, Sp.GK (K), MSc., para dokter dari negeri kincir angin sudah menjalankan terapi membersihkan usus rutin setiap tahunnya. Mereka memakai broklak atau garam inggris untuk menguras kotoran dan racun yang mengendap di usus. Kaum awam pun akhirnya ikut memanfaatkannya. Selain broklak, kini makin banyak bahan yang bisa dipakai untuk obat urus-urus (cuci usus). Kalau Anda berselancar di internet untuk mencari bahan pencuci usus, akan menjumpai beragam tawaran produk alami. Kebanyakan memang sudah dikemas dalam bentuk pil atau kapsul sebagai suplemen. Isinya tanaman yang bersifat laksatif (pencahar), misalnya lendir daun lidah buaya dan ekstrak biji pohon jarak. Bahan lain yang telah dimanfaatkan adalah daun senna (Alexandrian senna atau Khartoum senna) atau Cassia angustifolia Vahl, yang dikenal sebagai Tinnevelly senna. Daun ini mengandung tak kurang dari 2,5 persen hidroksiantrasena glikosida, dan bahan aktif utamanya antrakuinon glikosida. Bahan ini dijadikan obat pencuci perut karena zat aktifnya berefek mengurangi penyerapan cairan dan garam, menambah aktivitas peristaltik usus kecil dan usus besar, serta melunakkan tinja. Bahan lain seperti ekstrak rizom dan akar dari Rheum officinale Baillon atau dari Rheum palmatum Linné (famili Polygonaceae), mengandung antrakuinon glikosida (3 ? 7,5%) yang juga digunakan sebagai obat pencuci perut dan memiliki efek utama seperti senna. Hasilnya, tinja lunak dan kerja usus pun jauh lebih enteng. Menjamurnya program cuci usus dengan asupan ramuan herbal atau memasukkan cairan lewat anus, menurut Prof. Walujo, merupakan bentuk kesadaran bahwa perut orang sekarang tak lagi bersih dan sehat. ?Dari zaman batu sampai sekarang, menurut penelitian, struktur dan fungsi tubuh manusia tidak berubah kecuali dalam hal ketegapan atau berkurangnya bulu-bulu tubuh,? ungkap spesialis gizi dari Departemen Gizi Universitas Indonesia ini. Itu artinya, organ tubuh manusia sebetulnya tidak bermasalah. Yang menyebabkan masalah adalah bahan-bahan yang dimasukkan ke dalam sistem pencernaan. Pola makan orang di zaman modern jelas jauh berbeda dengan nenek moyang kita di zaman batu. Usus manusia didesain khusus untuk makanan jenis tumbuhan, bukan daging. Pada zaman berburu daging memang merupakan salah satu menu, tetapi tidak menjadi makanan pokok. ?Itu makanan mewah karena butuh seharian untuk menangkap seekor hewan. Cara mendapatkannya juga tidak mudah,? ujar Prof. Walujo. Lagipula usus manusia cukup panjang. Kalau digelar, bisa seluas lapangan tenis. Berbeda dengan desain usus makhluk pemakan hewan yang pendek, sehingga bisa lebih cepat mencerna daging. Selain daging yang mungkin berlebihan porsinya, tambahan asupan yang dicerna usus manusia pada zaman ini beragam. ?Boraks dan formalin juga ikut masuk ke usus kita,? katanya. Kelemahan menu modern adalah kurangnya bahan berserat, kurang hidrat arang alami, berlebihnya hidrat arang sederhana dan olahan, dan yang jelas berlebihan lemak. Usus kita, menurut Prof. Walujo, sudah teracuni banyak zat. Itulah sebabnya cuci usus menjadi populer. Prof. Walujo yang pernah mencoba colon hydrotherapy merekomendasi cara-cara cuci usus yang saat ini diberlakukan. Masyarakat perlu disadarkan bahwa ususnya penuh kerak yang mengganggu penyerapan zat gizi. Ia juga mengingatkan bahwa cuci usus punya batasan pemakaian. Pembersihan usus dengan bahan bersifat laksan seperti garam inggris atau tanaman tidak boleh dilakukan terus-menerus. ?Sekalipun berasal dari bahan alami, tidak boleh digunakan berulang kali dalam jangka waktu pendek,? kata dokter yang juga berpraktik di RS Tebet, Jakarta Selatan ini. Bahan-bahan pencuci perut ini sebaiknya digunakan dalam jangka waktu enam bulan sekali. Teknik enema yang menggelontor usus dengan air lewat anus (colon hydrotherapy), juga harus mengikuti prosedur tertentu. Penggunaan terus-menerus justru bisa merusak usus. ?Anak rambut pada usus yang disebut fili bisa hilang dan ini akan mengganggu kemampuan penyerapan usus terhadap zat-zat gizi,? ungkapnya. Penampang usus semakin kecil dan makanan yang masuk bisa jadi langsung keluar tanpa sempat diserap. Cara alami dengan mengasup sayur dan buah setiap hari sangat dianjurkan. Teknik cuci usus ini sebaiknya terus dilakukan. Bila perlu, hindari zat yang menimbulkan racun seperti pewarna, pengawet, penguat rasa, dan lemak hewani. Yang terpenting, tambah Prof. Walujo, cuci usus hanya berlaku bagi mereka yang setiap hari mengasup makanan yang tidak aman bagi kesehatan. ?Kalau pola makan dan gaya hidup sudah sehat, tidak perlu lagi cuci usus,? ujarnya. @Abdi Susanto

Sumber :
http://www.gayahidupsehatonline.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=3&artid=2


APA TINDAK LANJUT PASCA CUCI USUS ?
24 Nopember 2008 15:5
SERAT : THE MISSING NUTRIENT
24 Nopember 2008 15:50

Kesadaran masyawarakat untuk mengkonsumsi makanan berserat tinggi semakin meningkat, namun pengetahuan yang mendalam tentang serat makanan itu sendiri, fungsi serta mekanisme kerja serat bagi kesehatan tubuh masih sangat kurang. Pertanyaannya sekarang adalah apa sebenarnya serat makanan itu? Dari mana saja sumber serat itu diperoleh? Seberapa besar serat itu dibutuhkan setiap hari bagi anak-anak dan orang dewasa dan apa manfaatnya bagi kesehatan tubuh? Bagaimana mekanisme kerja serat dalam melindungi tubuh terhadap berbagai gangguan pencernaan dan penyakit? Bagaimana cara meningkatkan konsumsi makanan berserat? Semua pertanyaan ini akan dibahas secara mendalam pada artikel ini.
Definisi. Trowell (1974), salah satu pakar nutrisi makanan manusia, mendefinisikan serat makanan sebagai substansi tanaman yang tidak tercerna oleh enzim pencernaan manusia, termasuk di dalamnya sellulosa, hemisellulosa, pectin dan lignin serta polisakarida intrasellular seperti gum dan musilase. Kemudian di tahun 1977, Southgate mengeluarkan sebuah definisi kimia yang baru tentang serat bahwa serat makanan (dietary fibre) merupakan gabungan dari lignin dan polisakarida bukan pati (Non starch polysaccharides, NSP) yang tidak terhidrolisa oleh sekresi endogen pada saluran pencernaan manusia. Menurutnya, definisi ini merupakan sebuah definisi fisiologi dan filosofi, dan ia merasa bahwa sangat penting untuk menghasilkan sebuah definisi yang dapat diterjemahkan ke dalam suatu istilah analisa murni.
Secara umum, serat makanan tersusun dari komponen yang dapat larut (soluble dietary fibre, SDF) dan komponen yang tidak dapat larut (insoluble dietary fibre, IDF)). Serat makanan yang tidak dapat larut (IDF) merupakan komponen terbesar (sekitar 70%) penyusun serat makanan dan sisanya (sekitar 30%) adalah komponen yang serat makanan yang dapat larut (SDF). Komponen serat yang dapat larut antara lain pectin, musilase, ß-glucan, galaktomannan gum dan hemisellulosa (larut dalam alkali). Komponen ini menghasilkan viskositas (kekentalan), bulky dan lubrikasi di dalam perut dan usus halus. Serat makanan yang dapat larut ini merupakan serat yang paling lembut dan kental.Sedangkan komponen serat yang tidak dapat larut misalnya sellulosa, hemisellulosa (tidak larut dalam air dingin, air panas dan asam), chitin dan lignin. Komponen IDF ini menyebabkan terbentuknya struktur seperti sponge dan komponen ini melewati tubuh tanpa termodifikasi. Kedua komponen serat ini memiliki fungsi yang berbeda.
Sumber serat makanan. Komponen serat makanan yang dapat larut (SDF) banyak terdapat pada buah-buahan, sayur-sayuran, dan beberepa sereal dan biji-bijian legume (seperti gandum, oat, lentil, peas, kacang kedelai dan produk kacang kedelai). Buah-buahan, kacang-kacangan dan sereal ini lebih banyak mengandung pectin. Perlakuan terhadap makanan seperti memasak dapat menurunkan kadar serat makanan karena pemanasan dapat menghancurkan beberapa jenis serat makanan. Kulit buah dan sayuran banyak mengandung serat sehingga pengupasan kulit buah dan sayuran perlu dihindari. Peran utama SDF adalah untuk menurunkan level kolesterol darah dan juga membantu mencegah konstipasi. Sedangkan serat makanan yang tidak dapat larut (IDF) banyak kulit buah-buah, kacang-kacangan, biji-bijian dan sayuran tertentu seperti bunga kol, dedak gandum, dedak jagung, dan dedak beras. Salah satu peran penting IDF adalah untuk meningkatkan kepadatan feses, mencegah konstipasi dan masalah-masalah yang berkaitan dengan hemoroid.
Kebanyakan organisasi-organisasi kesehatan dunia menyarankan bahwa untuk mempertahankan kesehatan, orang dewasa harus mengkonsumsi serat makanan sebanyak 20 sampai 35 gram per hari. Sedangkan untuk anak-anak di bawah umur 10 tahun sekitar 5 sampai 10 gram serat per hari, dan anak-anak yang berumur 10 tahun haruslah mengkonsumsi serat sebanyak 15 sampai 20 gram per hari. Mengkonsumsi 30 sampai 40 gram serat per hari dapat mengurangi peluang terjadinya penyakit kolorektum seperti diverticulitis dan kanker. Mengkonsumsi jumlah serat yang terlalu tinggi (> 40 gram perhari) sangat tidak disarankan karena akan menurunkan penurunan penyerapan mineral-mineral penting seperti zat besi, zinc dan kalsium. Hal ini terjadi karena serat akan mengikat mineral-mineral ini dan akan dikeluarkan bersama-sama di dalam feses. Peningkatan jumlah konsumsi serat yang terlalu cepat dapat menyebabkan gangguan kesehatan minor seperti kembung perut, kram usus atau perut, dan dapat meningkatkan gas usus. Peningkatan konsumsi serat secara perlahan-lahan sangat disarankan agar saluran pencernaan mampu untuk beradaptasi.
Manfaat serat makanan. Sejumlah ahli nutrisi telah melaporkan bahwa serat berperan penting bagi kesehatan dan fungsi saluran pencernaan manusia, serta mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Kekurangan serat dapat menyebabkan berbagai gangguan penyakit seperti jantung koroner (penyempitan arteri akibat penumpukan lemak), hemorrhoid (wasir), kanker rectum (usus besar), diabetes, obesitas (kelebihan berat badan), dan stroke (Ischemic: stroke yang disebabkan adanya penyumbatan di pembuluh darah akibat timbunan lemak di pembuluh darah sehingga pembuluh darah menjadi sempit dan darah tidak dapat mengalir lancar ke otak. Sekitar 83% pasien mengalami stroke jenis ini. Hemorrhagic: stroke yang diakibatkan pembuluh darah melemah dan kemudian pecah sehingga darah mengumpul di daerah sekitar otak tersebut. Kira-kira 70% kasus haemorrhagic stroke ditemukan pada pasien hipertensi), serta gangguan pencernaan (seperti kembung dan kesulitan buang air besar), dan kerusakan gigi dan gusi. Fungsi serat makanan berbeda menurut tipe atau komponen serat. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa serat makanan yang kental (Viscous fibres) seperti guar gum, pectin dan psyllium dapat menurunkan glukosa darah postpandrial dan respons insulin lebih konsisten daripada serat makanan yang tidak kental (unviscous fibres).
Pengaruh serat makanan pada fungsi saluran pencernaan manusia antara lain:
1) berat dan komposisi feses: kedua jenis serat makanan (SDF dan IDF) dapat meningkatkan berat dan komposisi feses. IDF yang berbentuk seperti sponges mampu menyerap dan mengikat air sehingga dapat meningkatkan volume kandungan usus besar (feses), yang pada akhirnya meningkatkan pergerakan usus (bowel movement) dan menghasilkan feses yang lebih lembut;
2) struktur usus besar (rectum/kolon): serat makanan dapat merubah struktur usus besar (kolon). Pengujian pada tikus putih menunjukkan bahwa tikus putih yang mengkonsumsi serat memiliki berat mukosa usus (bagian proximal dan distal), DNA dan RNA yang lebih besar dibandingkan dengan yang tidak mengkonsumsi serat. Perubahan ini diakibatkan oleh fermentasi komponen polisakarida bukan pati (NSP) oleh bakteri usus besar dan kemungkinan lainnya adalah asam lemak rantai pendek akibat degradasi flora bakteri;
3) ekologi usus besar: komposisi serat makanan sangat mempengaruhi jumlah mikroflora usus besar. Lignin tidak dapat dicerna oleh usus besar. Sekitar 30-50% sellulosa dapat dicerna oleh mikro flora usus besar; 50-80% hemisellulosa; sedangkan pectin dan gum hampir dapat dicerna secara sempurna (90-100%) oleh flora usus besar. Fermentasi microbial usus besar ini terhadap serat makanan di dalam usus besar maupun sekum mempengaruhi jumlah asam lemak rantai pendek (asam asetat, propionat dan butirat dan mungkin juga iso-butirat dan iso-valerat) yang diproduksi dan diserap. Asam lemak rantai pendek ini berperan dalam mempengaruhi pergerakan air dan electrolit di dalam usus besar serta menyediakan energy dan menstimulasi proliferasi sel. Dari ketiga asam lemak rantai pendek utama, butirat merupakan sumber energy yang paling disukai bagi tubuh glukosa dan keton untuk colonocytes, untuk mengurangi proliferasi sel, dan menstimulasi pembelahan sel-sel termasuk sel-sel karsinoma kolon.
Sedangkan fungsi serat makanan dalam pencegahan dan pengobatan penyakit antara lain:
1) Penyakit jantung koroner (coronary heart disease, CHD): bukti ilmiah menunjukkan bahwa serat makanan mampu mencegah terjadinya penyakit jantung koroner. Serat makanan yang terdapat pada sayur-sayuran, buah-buahan dan serealia mampu menurunkan resiko fatal penyakit jantung koroner sebanyak 55%. Dari semua jenis serat yang disebutkan, serat yang berasal dari sereal-lah yang paling kuat melindungi tubuh melawan penyakit ini.
2) diabetes (meningkatnya kadar glukosa dalam darah): serat yang dapat larut akan mempertahankan kandungan insulin serum yang rendah dengan cara menunda penyerapan glucose.
3) hyperlipidemia (kelebihan lemak tubuh): mekanisme kerja serat dalam mencegah hyperlipidemia sebagai berikut: a) serat makanan yang dikonsumsi menurunkan daya cerna lemak atau sterol dalam saluran pencernaan, sehingga lemak yang tidak tercerna ini kemudian dikeluarkan melalui feses; b) serat makanan meningkatan produksi dan penyerapan asam lemak rantai pendek khususnya propionate (akibat fermentasi serat oleh mikro flora usus besar). Propionat berperan penting dalam menurunkan kadar kolesterol serum dan menghambat sintesa kolesterol; c) serat makanan yang kental (viscous) dan makanan yang tinggi serat akan memperlambat penyerapan glukosa, sehingga level insulin darah yang rendah akan tepat terjaga. Peningkatan kadar insulin berkaitan dengan penyakit jantung koroner; d) serat makanan akan memperlambat penyerapan nutrisi, dan dalam jangka waktu yang lama dapat merubah morfologi usus dan penyerapan lemak. Peningkatan jumlah dan tempat penyerapan lemak dapat merubah pola sekresi lipoprotein.
4) atherosclerosis (pengerasan pada arteri akibat penumpukan secara perlahan-lahan substansi lemak termasuk kolesterol pada dinding arteri): serat yang larut (SDF) seperti pectin dan guar gum yang terdapat dalam buah-buahan sangat membantu dalam mencegah timbulnya atherosclerosis melalui penurunan kolesterol tinggi dan trigliserida, yang pada akhirnya dapat mencegah terjadinya penyakit jantung dan stroke;
5) menurunkan kadar kolesterol darah: polisakarida viskos secara signifikan menurunkan total kandungan kolesterol darah sebanyak 10-20% (khususnya LDL), tepai tidak merubah konsentrasi kolesterol HDL atau triacylglycerol. SDF Soluble dietary fiber mengikat substansi lemak dan mencegah penyerapannya dalam usus, sehingga secara effektif dapat menurunkan kandungan kolesterol darah.
6) konstipasi (kesulitan buang air besar akibat feses yang terlalu kering, keras dan kecil): serat makanan yang tinggi mampu mencegah dan mengobati konstipasi apabila diiringi dengan peningkatan konsumsi air minum yang cukup setiap hari. Konsumsi banyak air setiap hari akan membantu kerja serat makanan dalam tubuh.
7) serat dapat mencegah terjadinya diverticulitis (pembengkakan dari diverticula yang terjadi secara abnormal pada dinding usus besar akibat infeksi bakteri) dan kanker rectum. Pada saat melewati kolon (usus besar), serat makanan yang tidak dapat larut (IDF) membantu membersihkan dinding interior usus. Aksi pembersihan dinding usus ini dapat mencegah kanker rectum dan diverticulitis. Diverticulitis ini mengakibatkan rasa sakit dan diare.
8) penyakit guzi dan gigi: Semua makanan termasuk makanan yang kaya akan serat dapat meningkatkan jumlah saliva. Telah diketahui bahwa saliva mengandung zat-zat kima yang bersifat buffer yang dapat menstabilisasi pH di atas 7 di dalam mulut. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa mengunyah serat makanan seperti seledri sesudah makan dapat membantu memperbaiki gigi-gigi yang kekurangan mineral dan juga mengeluarkan sisa-sisa makanan yang terperangkap dalam gigi serta menetralisir asam pada gigi. Selain seledri, mengunyah permen karet (gum) yang rendah gula juga dapat meningkatkan kesehatan gigi karena dengan mengunyah gum jumlah saliva akan meningkat sebanyak 130%. Saliva sangat kaya akan agen pelindung oesophagus termasuk factor pertumbuhan epidermal, protein, mucin, proteins and prostaglandin E2. Penelitian membuktikan bahwa mengunyah permen karet rendah gula (sugarless gum) sesudah makan dapat menetralisir asam pada tenggorokan dan menghilangkan gejala penyakit gastro-oesophageal reflux (GORD).
9) Irritable bowel syndrome (adalah gejala-gejala seperti kram dan sakit pada perut, kembung, konstipasi dan diare akibat kontraksi abnormal pada usus besar yang terjadi akibat kurang mengkonsumsi serat dan air minum serta mengkonsumsi lemak secara berlebihan). Menurut kalangan medis, ada dua jenis IBS yakni IBS konstipasi (tidak buang air besar selama 5-7 hari) dan IBS diare. Penyakit ini dapat diatasi dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan serat, mengkonsumsi cairan (air minum) dalam jumlah yang banyak dan mengurangi konsumsi makanan berlemak. Kalangan medis membedakan IBS atas dua tipe, IBS konstipasi (selama 5 - 7 hari tidak buang air besar) dan IBS diare (nyeri perut, kembung, meningkatnya frekuensi buang air namun fesenya disertai dengan lendir). Pada jenisIBS diare, motilitas peristaltik usus terjadi sangat cepat sehingga isi kotoran dari usus besar cepat dikeluarkan. Akibatnya, air dalam kotoran belum sempat diserap, sudah harus dikeluarkan diselingi dengan rasa mulas. Sedangkan pada IBS konstipasi, gerakan peristaltik usus berjalan lambat, sehingga kotoran tertinggal terlalu lama dalam usus. Penyerapan air pun terlalu lama sehingga fesespun mengeras. Penyakit ini dapat diatasi dengan mengkonsumsi makanan yang berserat tinggi disertai dengan konsumsi air minum yang banyak dan mengurangi konsumsi makanan berlemak.
Berdasarkan berbagai perjelasan di atas, maka untuk meningkatkan konsumsi makanan berserat dapat dilakukan dengan dua cara yakni: 1) dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang kaya akan serat (lihat daftar makanan yang berserat tinggi pada table di atas); dan 2) dengan mengkonsumsi extrak serat atau supplemen yang kaya serat (dalam bentuk pil, tablet atau powder). Namun cara kedua ini kurang disarankan karena mengkonsumsi serat yang berasal dari makanan secara langsung adalah lebih baik daripada mengkonsumsi serat dalam bentuk makanan tambahan (supplemen). Serat dalam bentuk suplemen dapat menyebabkan konstipasi, khususnya apabila disertai dengan kurang mengkonsumsi air minum.

Sumber :
http://kupangbolelebo.blogspot.com/2007/12/serat-makanan-and-fungsinya-bagi.html

Penulis: Catootjie Nalle (Staf Pengajar pada Politeknik Pertanian Negeri Kupang yang sedang melanjutkan program doctoral (S3) pada Institute of Food, Nutrition and Human Health, Massey University-Palmerston North-New Zealand)
SERAT DAN PENYAKIT DEGERATIF
24 Nopember 2008 15:50
Kekurangan serat dapat menyebabkan berbagai penyakit degeneratif : seperti jantung koroner (penyempitan arteri akibat penumpukan lemak), hemorrhoid (wasir), kanker rectum (usus besar), diabetes, obesitas (kelebihan berat badan), dan stroke serta gangguan pencernaan (seperti kembung dan kesulitan buang air besar), dan kerusakan gigi dan gusi.


Secara luas, fungsi serat makanan dalam pencegahan dan pengobatan penyakit adalah :

1) Penyakit jantung koroner (coronary heart disease, CHD):
bukti ilmiah menunjukkan bahwa serat makanan mampu mencegah terjadinya penyakit jantung koroner. Serat makanan yang terdapat pada sayur-sayuran, buah-buahan dan serealia mampu menurunkan resiko fatal penyakit jantung koroner sebanyak 55%. Dari semua jenis serat yang disebutkan, serat yang berasal dari sereal-lah yang paling kuat melindungi tubuh melawan penyakit ini.

2) diabetes (meningkatnya kadar glukosa dalam darah):
serat yang dapat larut akan mempertahankan kandungan insulin serum yang rendah dengan cara menunda penyerapan glucose.

3) hyperlipidemia (kelebihan lemak tubuh):
mekanisme kerja serat dalam mencegah hyperlipidemia sebagai berikut: a) serat makanan yang dikonsumsi menurunkan daya cerna lemak atau sterol dalam saluran pencernaan, sehingga lemak yang tidak tercerna ini kemudian dikeluarkan melalui feses; b) serat makanan meningkatan produksi dan penyerapan asam lemak rantai pendek khususnya propionate (akibat fermentasi serat oleh mikro flora usus besar). Propionat berperan penting dalam menurunkan kadar kolesterol serum dan menghambat sintesa kolesterol; c) serat makanan yang kental (viscous) dan makanan yang tinggi serat akan memperlambat penyerapan glukosa, sehingga level insulin darah yang rendah akan tepat terjaga. Peningkatan kadar insulin berkaitan dengan penyakit jantung koroner; d) serat makanan akan memperlambat penyerapan nutrisi, dan dalam jangka waktu yang lama dapat merubah morfologi usus dan penyerapan lemak. Peningkatan jumlah dan tempat penyerapan lemak dapat merubah pola sekresi lipoprotein.

4) atherosclerosis (pengerasan pada arteri akibat penumpukan secara perlahan-lahan substansi lemak termasuk kolesterol pada dinding arteri):
serat yang larut (SDF) seperti pectin dan guar gum yang terdapat dalam buah-buahan sangat membantu dalam mencegah timbulnya atherosclerosis melalui penurunan kolesterol tinggi dan trigliserida, yang pada akhirnya dapat mencegah terjadinya penyakit jantung dan stroke;

5) menurunkan kadar kolesterol darah: polisakarida viskos secara signifikan menurunkan total kandungan kolesterol darah sebanyak 10-20% (khususnya LDL), tepai tidak merubah konsentrasi kolesterol HDL atau triacylglycerol. SDF Soluble dietary fiber mengikat substansi lemak dan mencegah penyerapannya dalam usus, sehingga secara effektif dapat menurunkan kandungan kolesterol darah.

6) konstipasi (kesulitan buang air besar akibat feses yang terlalu kering, keras dan kecil): serat makanan yang tinggi mampu mencegah dan mengobati konstipasi apabila diiringi dengan peningkatan konsumsi air minum yang cukup setiap hari. Konsumsi banyak air setiap hari akan membantu kerja serat makanan dalam tubuh.

7) serat dapat mencegah terjadinya diverticulitis (pembengkakan dari diverticula yang terjadi secara abnormal pada dinding usus besar akibat infeksi bakteri) dan kanker rectum. Pada saat melewati kolon (usus besar), serat makanan yang tidak dapat larut (IDF) membantu membersihkan dinding interior usus. Aksi pembersihan dinding usus ini dapat mencegah kanker rectum dan diverticulitis. Diverticulitis ini mengakibatkan rasa sakit dan diare.

8) penyakit guzi dan gigi: Semua makanan termasuk makanan yang kaya akan serat dapat meningkatkan jumlah saliva. Telah diketahui bahwa saliva mengandung zat-zat kima yang bersifat buffer yang dapat menstabilisasi pH di atas 7 di dalam mulut. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa mengunyah serat makanan seperti seledri sesudah makan dapat membantu memperbaiki gigi-gigi yang kekurangan mineral dan juga mengeluarkan sisa-sisa makanan yang terperangkap dalam gigi serta menetralisir asam pada gigi. Selain seledri, mengunyah permen karet (gum) yang rendah gula juga dapat meningkatkan kesehatan gigi karena dengan mengunyah gum jumlah saliva akan meningkat sebanyak 130%. Saliva sangat kaya akan agen pelindung oesophagus termasuk factor pertumbuhan epidermal, protein, mucin, proteins and prostaglandin E2. Penelitian membuktikan bahwa mengunyah permen karet rendah gula (sugarless gum) sesudah makan dapat menetralisir asam pada tenggorokan dan menghilangkan gejala penyakit gastro-oesophageal reflux (GORD).

9) Irritable bowel syndrome (adalah gejala-gejala seperti kram dan sakit pada perut, kembung, konstipasi dan diare akibat kontraksi abnormal pada usus besar yang terjadi akibat kurang mengkonsumsi serat dan air minum serta mengkonsumsi lemak secara berlebihan). Menurut kalangan medis, ada dua jenis IBS yakni IBS konstipasi (tidak buang air besar selama 5-7 hari) dan IBS diare. Penyakit ini dapat diatasi dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan serat, mengkonsumsi cairan (air minum) dalam jumlah yang banyak dan mengurangi konsumsi makanan berlemak. Kalangan medis membedakan IBS atas dua tipe, IBS konstipasi (selama 5 -

7 hari tidak buang air besar) dan IBS diare (nyeri perut, kembung, meningkatnya frekuensi buang air namun fesenya disertai dengan lendir). Pada jenisIBS diare, motilitas peristaltik usus terjadi sangat cepat sehingga isi kotoran dari usus besar cepat dikeluarkan. Akibatnya, air dalam kotoran belum sempat diserap, sudah harus dikeluarkan diselingi dengan rasa mulas. Sedangkan pada IBS konstipasi, gerakan peristaltik usus berjalan lambat, sehingga kotoran tertinggal terlalu lama dalam usus. Penyerapan air pun terlalu lama sehingga fesespun mengeras. Penyakit ini dapat diatasi dengan mengkonsumsi makanan yang berserat tinggi disertai dengan konsumsi air minum yang banyak dan mengurangi konsumsi makanan berlemak.
Terapi Cuci Usus dengan Green Field Organik Melilea
24 Nopember 2008 15:50

Tahukah Anda bahwa, pada permukaan bagian dalam dinding usus dapat terbentuk suatu lapisan kerak seperti karet yang berwarna kemerahan hingga hitam pekat. Lapisan kerak ini terbentuk dari lapisan mukosa yang menyatu dengan sisa kotoran yang gagal dikeluarkan dari usus akibat kurangnya konsumsi serat selama bertahun-tahun. Lama-lamaan lapisan ini makin tebal, dan seperti berlapis-lapis. Tebalnya dapat mencapai lebih dari 1 cm. Kerak usus ini dapat tertinggal selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun, dan menghambat kelancaran pembuangan kotoran.
Kerak usus bersifat sangat toksik karena terbentuk dari sisa kotoran yang seharusnya dikeluarkan dari tubuh. Toksin ini dapat meracuni berbagai organ tubuh karena diabsorbsi ulang oleh darah. Selain itu, kerak ini menjadi tempat tumbuhnya berbagai jenis kuman penyakit disamping menghambat kelancaran pembuangan kotoran.
Pada orang dewasa, berat lapisan kerak usus ini dapat mencapai beberapa kilogram. Orang paruh baya perlu waspada apabila mendapati perut yang semakin buncit. Hal ini dikarenakan perut yang semakin buncit bukan semata-mata karena timbunan lemak saja melainkan akibat timbunan kerak usus yang semakin banyak. Orang-orang yang mengalami kesulitan buang air besar (sembelit) juga sebaiknya waspada.

Apabila sejak kecil konsumsi serat memadai, maka secara alami usus akan cukup bersih. Namun bilamana konsumsi serat sangat tidak memadai, maka hampir dapat dipastikan terdapat kerak usus yang sudah terbentuk bertahun-tahun dan terus menerus meracuni tubuh anda.
Sebagaimana setiap hari kita mandi dan gosok gigi, maka seharusnya usus juga harus dibersihkan secara periodik.

Green Field Organic (GFO) Melilea yang mengandung 20 jenis sayuran dan buah-buahan organik selain sebagai bermanfaat sebagai sumber vitamin dan mineral yang lengkap, juga mempunyai efek cuci usus (colon cleansing) karena kandungan serat yang tinggi sehingga mampu menyerap toksin pada lapisan permukaan usus.


Dengan mengkonsumsi GFO Melilea yang berserat tinggi, maka akan terjadi proses cuci usus dimana toksin-toksin pada permukaan usus yang berbentuk kerak tersebut akan dilunakkan kemudian diserap dan dibuang dalam bentuk tinja.

Proses cuci usus untuk membersihkan permukaan dinding usus ini menjadi lebih efektif apabila menjalani masa puasa selama 7 hari. Selama masa puasa ini, dianjurkan hanya mengkonsumsi GFO, buah-buahan dan sayur-sayuran disamping memperbanyak minum air putih (2.5 - 3 liter per hari).

Apabila Anda melakukan terapi usus dengan menjalani puasa selama 7 hari, jangan kaget, beberapa hari kemudian (biasanya setelah 2-4 hari) saat BAB, Anda akan mengeluarkan tinja hitam seperti tambang yang panjang tanpa putus, berwarna kemerahan hingga hitam pekat, terapung di permukaan air. Itulah pertanda bahwa toksin usus telah dibersihkan dalam waktu 4-7 hari. Toksin ini dapat keluar selama beberapa hari.

Kotoran dinding usus yg sudah menebal dan mengeras beberapa tahun (selama hidup) akan keluar bersamaan pada saat BAB. Setelah itu anda akan merasakan tubuh yang ringan dan segar. Dalam hitungan belasan hari saja, penyakit yang bertahun-tahun merisaukan Anda akan sirna. Bahkan, kulit Anda akan menjadi lebih halus, cerah, dan sehat, sehingga anda terlihat lebih muda 10 (sepuluh) tahun. Klik sini untuk melihat gambar toksin yang berhasil dikeluarkan bersama tinja.



Reaksi Pemulihan

Berdasarkan teori “Pengobatan Alami” jika anda mengkonsumsi Melilea Greenfield Organik, tubuh akan mengalami 4 (empat) tahap “reaksi pemulihan”


1. Reaksi Awal

Setelah mengkonsumsi Melilea Greenfield Organik akan terjadi proses detoksifikasi dan pembersihan organ. Metabolisme tubuh menjadi aktif dan reaksinya sbb ; kontrol emosi meningkat, sistem imunitas bertambah, tidak merasa letih, raut muka menjadi ceria, kulit menjadi cerah, sex meningkat, dan pada sebagian orang dalam jangka pendek akan terasa sedikit pusing karena kontrol emosi meningkat sehingga kurang tidur.

2. Masa Proses Detoksifikasi
Melilea Greenfield Organic akan menjadikan ; metabolisme tubuh meningkat, toksin keluar dari tubuh, tubuh menjadi basa karena asamnya dikurangi, buang air besar berwarna gelap, pada sedikit orang mungkin mengalami gatal-gatal, dahak, batuk, sakit tekak, dan influenza, sebagian wanita akan mengalami darah haidnya bertambah, atau mungkin mengalami sedikit haidnya.

3. Masa Sakit Sementara (healing crisis)
Nutrisi pada makanan organic dan bahan-bahan penghilang toksin akan memperlancar peredaran darah serta merangsang proses pemulihan tubuh secara alami.Semasa proses detoksifikasi dimana tubuh sedang mengalami proses pemulihan tubuh akan bereaksi, jika anda mengidap penyakit sakitnya akan sedikit terasa dan itu pertanda baik bahwa penyakit akan segera hilang dalam waktu singkat.

4. Masa Keletihan Ketika Pertumbuhan Kembali Sel


Sel-sel tubuh akan tumbuh kembali itu dapat menyebabkan sedikit rasa letih, tetapi tidak akan berlangsung lama. Hal ini semata proses penyembuhan sedang berlangsung.
Setelah mengalami 4 (empat) tahap tersebut, fungsi tubuh menjadi aktif kembali, anda akan merasa lebih bertenaga, sehat, kulit menjadi lembut dan berseri-seri, bintik hitam dan bintik penuaan akan lenyap dan wajah anda menjadi lebih menarik.

Catatan : ke-4 rekasi tersebut bukan efek samping, tetapi reaksi pemulihan, yang akan hilang dalam waktu singkat. Konsumsi sebaiknya tetap diteruskan
KEMATIAN BERMULA DARI USUS
24 Nopember 2008 15:49


KERAK USUS

Tahukah Anda bahwa, pada permukaan bagian dalam dinding usus dapat terbentuk suatu lapisan kerak seperti karet yang berwarna kemerahan hingga hitam pekat. Lapisan kerak ini terbentuk dari lapisan mukosa yang menyatu dengan sisa kotoran yang gagal dikeluarkan dari usus akibat kurangnya konsumsi serat selama bertahun-tahun. Lama-lamaan lapisan ini makin tebal, dan seperti berlapis-lapis. Tebalnya dapat mencapai lebih dari 1 cm. Kerak usus ini dapat tertinggal selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun, dan menghambat kelancaran pembuangan kotoran. Kerak usus bersifat sangat toksik karena terbentuk dari sisa kotoran yang seharusnya dikeluarkan dari tubuh. Toksin ini dapat meracuni berbagai organ tubuh karena diabsorbsi ulang oleh darah. Selain itu, kerak ini menjadi tempat tumbuhnya berbagai jenis kuman penyakit disamping menghambat kelancaran pembuangan kotoran. Pada orang dewasa, berat lapisan kerak usus ini dapat mencapai beberapa kilogram. Orang paruh baya perlu waspada apabila mendapati perut yang semakin buncit. Hal ini dikarenakan perut yang semakin buncit bukan semata-mata karena timbunan lemak saja melainkan akibat timbunan kerak usus yang semakin banyak. Orang-orang yang mengalami kesulitan buang air besar (sembelit) juga sebaiknya waspada. Apabila sejak kecil konsumsi serat memadai, maka secara alami usus akan cukup bersih. Namun bilamana konsumsi serat sangat tidak memadai, maka hampir dapat dipastikan terdapat kerak usus yang sudah terbentuk bertahun-tahun dan terus menerus meracuni tubuh anda
Sebagaimana setiap hari kita mandi dan gosok gigi, maka seharusnya usus juga harus dibersihkan secara periodik.

Kegemukan Akibat Kurang Serat
24 Nopember 2008 15:48
Penyakit-penyakit yang terkait dengan kekurangan serat pangan adalah obesitas, hipertensi, hiperlipidemia, aterosklerosis, kencing manis, batu empedu, penyakit divertikulosis, wasir, hiatal hernia, kanker usus besar, sakit gigi, dan lain-lain.
Sekitar dua per tiga kasus hipertensi disebabkan oleh obesitas atau kegemukan.
Dietary Guidelines for American menganjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung pati dan serat dalam jumlah tepat (20-35 gram/hari). Tujuannya untuk menghindari kelebihan lemak, lemak jenuh dan kolesterol, gula dan natrium, serta membantu mengontrol berat badan.
Hasil penelitian Puslitbang Gizi Bogor menunjukkan bahwa konsumsi serat rata-rata penduduk Indonesia adalah sekitar 10-15 gram per hari. Angka konsumsi tersebut tentu saja masih sangat jauh dari angka kecukupan yang dianjurkan.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, obesitas erat kaitannya dengan timbulnya hipertensi. Gejala obesitas banyak dialami oleh penduduk di negara-negara maju. Hal ini terjadi berkaitan erat dengan meningkatnya kepadatan energi dari makanan sehari-hari.
Peningkatan kadar serat di dalam diet dapat menurunkan penyerapan energi secara nyata. Serat juga mampu memberikan perasaan kenyang lebih lama, sehingga keinginan untuk mengasup makanan lain (termasuk sumber energi) akan berkurang. Penambahan serat pangan sebanyak 40 gram per hari dapat menyebabkan kehilangan energi sekitar 100 kkal/hari.
Tiga Alasan Serat
Ada beberapa alasan mengapa serat pangan dapat mencegah obesitas, yaitu:
Pangan tanpa serat mengandung energi jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang mengandung serat.
Serat meningkatkan intensitas pengunyahan, memperlambat proses makan, dan menghambat laju pencernaan makanan.
Diet kaya serat dapat meningkatkan ekskresi lemak dan nitrogenmelalui tinja atau feses.
Pangan yang mengandung serat akan memberikan rasa kenyanglebih lama dibandingkan dengan tanpa serat.
Vegetarian dengan diet kaya serat pangan umumnya mempunyai tekanan darah yang lebih rendah daripada mereka yang bukan. Telah dibuktikan bahwa pergantian makanan dari diet rendah serat ke tinggi serat akan menurunkan tekanan darah pada orang sehat, yang biasanya diikuti dengan penurunan berat badan.
Penelitian di Swedia baru-baru ini menunjukkan, serat gum guar dapat menurunkan tekanan darah tinggi tanpa diikuti penurunan berat badan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa gum guar dapat dipakai sebagai alternatif pengganti obat yang selama ini digunakan untuk menurunkan tekanan darah.
Sumber serat pangan yang baik adalah sayuran, buah-buahan, serealia, dan kacang-kacangan. Kandungan serat pangan pada berbagai jenis sayuran tropis adalah bayam 3,28 persen, rebung (2,56), kecambah kedelai (1,27), brokoli (2,63), pecay (1,58), ketimun (0,61), sawi (1,01), daun kelor (4,53), daun talas (2,58), biji kecipir (2,94), kacang panjang (3,34), dan paria (2,59).
Kandungan serat pangan berbagai buah-buahan tropis adalah nanas segar 1,46 persen, lemon (2,06), orange (1,08), pisang (1,63), pepaya (0,91), dan mangga (1,06). Kacang-kacangan yang banyak mengandung serat adalah kacang tolo 4,5 persen, hijau (4,3), merah (3,8), kedelai (1,9), tanah (1,4), dan kacang-kacangan lain beserta hasil olahannya, seperti tempe dan oncom. @

Sumber :
http://www.depkes.go.id/index.php?option=articles&task=viewarticle&artid=19&Itemid=3
BENTENGI DENGAN SERAT
24 Nopember 2008 15:48
Dennis Burkitt percaya serat pangan nabati melindungi pencernaan dari risiko kanker. Teori ahli bedah asal Inggris itu bukan tanpa dasar. Uganda, negara tempat Burkitt mengabdi selama puluhan tahun, kaya aneka sayuran dan buah-buahan. Pola makan penduduk lokal yang kaya serat diyakini mempengaruhi kecilnya angka penderita kanker usus besar di negeri itu.
Uji klinis yang dilakukan peneliti Harvard Medical School 37 tahun kemudian memang tak menemukan hubungan asupan serat tinggi dengan risiko munculnya kanker usus besar. Meski begitu, tak dapat dipungkiri teori Burkitt mengawali berbagai riset serat pangan di dunia. The fiber man-begitu ia dijuluki-berhasil mengubah pola makan tidak sehat sebagian besar penduduk negara barat. Menu kaya daging digantikan pola makan seimbang dengan mengasup pangan nabati. Sereal, sayuran, dan buah-buahan wajib hadir dalam setiap menu makanan.
Serat mampu membentengi tubuh dari berbagai penyakit degeneratif. Di antaranya: diabetes mellitus, jantung koroner, divertikulosis, hiperkolesterol, asam urat, serta berbagai penyakit akibat obesitas dan kardiovaskular. 'Diet tinggi serat banyak disarankan pada penderita obesitas,' kata dr Imelda Margaritha yang berpraktek di Jakarta Utara. Itu karena serat yang tinggal dalam pencernaan menimbulkan rasa kenyang dan berkalori rendah.
Nongizi
Tak bernilai gizi bukan berarti serat pangan tak bermanfaat bagi tubuh. Serat yang terkandung dalam sayur dan buah-buahan dapat meringankan kerja pencernaan dan mengoptimalkan penyerapan nutrisi. Hippocrates, pengobat Yunani pada abad ke- 5 SM, menyebutkan roti dari gandum yang belum digiling berfaedah bagi kesehatan.
Itu dibuktikan berabad-abad kemudian oleh riset yang dilakukan Jacobs Jr dan kawan-kawan. Peneliti dari Departemen Nutrisi, Institute of Basic Medical Sciences, University of Oslo, Norwegia, itu membuktikan serat larut yang dikandung whole grain-gandum yang digiling beserta kulit arinya-dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit non-kardiovaskular, non-kanker, dan peradangan pada wanita.
Menurut Djousse L dan Gaziano JM dari Brigham and Women's Hospital dan Harvard Medical School, kebiasaan sarapan bekatul gandum menurunkan risiko gagal jantung. Konsentrat ß-glucans yang terkandung dalam oat-sereal kaya serat larut terfermentasi-menurunkan serum kolesterol pada penderita hiperkolesterol. Begitu hasil kesimpulan Katie M Queenan, periset dari Departemen Ilmu Pangan dan Gizi, University of Minnesota di Amerika Serikat.
Dalam uji klinis itu 75 pria dan wanita penderita kolesterol tinggi dibagi dalam 2 kelompok. Kelompok pertama diberi konsentrat ß-glucans sebanyak 6 gram per hari selama 6 minggu, sisanya sebagai kontrol.
Hasilnya menggembirakan. Kadar total kolesterol dan LDL kolesterol turun signifikan pada kelompok pertama. LDL adalah kolesterol jahat dalam tubuh yang dapat menyumbat pembuluh darah penyebab penyakit jantung. Mekanisme turunnya kadar LDL kolesterol lantaran serat terfermentasi ß-glucans meningkatkan konsentrasi asam lemak rantai pendek (SFCA) dalam usus besar. Kenaikan kadar SFCA ini berimbas pada turunnya kadar LDL kolesterol dalam darah.
Instan
Survei Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan pada 2001 menyebutkan rata-rata konsumsi serat penduduk Indonesia 10,5 g per kapita per hari. Angka itu tak sampai setengah dari kebutuhan tubuh. Padahal, untuk dapat mencerna makanan dengan sempurna, tubuh membutuhkan sekitar 25 -32 g serat per hari. Namun, bukan perkara mudah memenuhi angka kecukupan serat itu. Untuk mendapat manfaat serat optimal, setara 10 buah apel per hari harus diasup. Tentu tak semua orang sanggup memenuhinya.
Sebagai alternatif, banyak pilihan suplemen serat instan di pasaran. Rata-rata mengandung sekitar 8-16 g serat per sajian. Di antara produk serat instan itu berasal dari ekstrak serelia, agar-agar, plantago ovata, dan chicory. Dua yang terakhir disebut mengandung banyak serat yang moncer mengatasi berbagai penyakit. Plantago ovata misalnya. Tanaman asal India itu kaya serat mucilage-hidrokoloid pengikat steroid-yang ampuh melawan sembelit. Ekstraknya digunakan dalam terapi menurunkan gejala kelainan gastrointestinal pada penderita Parkinson.
Ekstrak chicory kaya polisakarida pektin. Kandungan serat tanaman asal Eropa itu meningkatkan absorpsi kalsium pada tulang wanita menopause. Penelitian Kim Yun Young dari Department of Medical Nutrition, Graduate School of East-West Medical Science, Kyung Hee University, Korea Selatan, menunjukkan kadar serum alkalin fosfat wanita yang mengkonsumsi selama 3 bulan, turun signifikan dibanding kontrol. Efeknya, penyerapan kalsium oleh tulang meningkat.
Produk olahan agar-agar kaya kandungan serat larut. Susunan kimianya berupa rantai polisakarida panjang yang memiliki kandungan serat 84%. Pun, kadar karbohidratnya rendah. Artinya, agar-agar baik dikonsumsi untuk diet obesitas karena dapat menimbulkan efek kenyang lebih lama. Penyakit divertikulosis dapat dicegah karena tekanan pada dinding saluran pencernaan berkurang.
Namun, jangan sembarangan mengkonsumsi serat instan. 'Kelebihan serat dapat mengganggu penyerapan mineral,' ujar Imelda. Itu karena serat mengikat beberapa jenis mineral seperti kalsium, magnesium, seng, dan besi. Padahal, mineral sangat dibutuhkan untuk kelangsungan proses metabolisme. Oleh karena itu, pastikan tubuh benar-benar membutuhkan suplemen serat instan sebelum mengkonsumsinya. (Andretha Helmina)



Sumber :
TRUBUS – Majalah Pertanian Indonesia, Januari 07, 2008



Baca juga :
1. Serat : The Missing Nutrient
2. Serat dan Penyakit Degeneratif
3. Kegemukan Akibat kurang Serat


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar